Sabtu, 24 Desember 2016

My Dreams come true



“My Dreams come true”
Karya : Dwi Agnes Setianingrum
            Mentari pagi mulai menyambut Nessa dengan naungan melodi yang membuat ia memiliki semangat membara. Nessa gadis cantik dan manis dimana raut wajahnya selalu bersinar dan merona. Keceriaannya membuat teman-temannya senang berada didekatanya. Nessa tidak pernah menampakkan kesedihan, kemarahan, dia selalu tersenyum bagaikan pelangi yang indah. Nessa yang pandai dalam pelajaran disekolah, rajin dan tekun membuat para guru dan teman-temannya kagum.     
“Nessa.. Ness?? Hari ini ada tugas nggak?? Kemarin aku kan nggak masuk. Kemarin aku sakit...”
“Fika.. Ohh biasa tugas Kimia fik..”
“Ness.. aku belum ngerjain nih. Gimana? Ehm.. Kamu udah ngerjain??”
“Fika.. udah nih tapi ya gitu” sambil menunjukkan dan memberikan materi pelajaran yang nanti akan dibahas.
Keheningan mulai terasa di ruang kimia ketika Bu Queen datang, Tik tik tik suara sepatu hak tingginya berbunyi keras sekali sampai-sampai jantung ikut berdebar debar.
“Pagi semua.. Apa kabar anak-anak??” tanya Bu Queen tegas.
“Baik Bu.” Seru murid-murid.
“Ok. Buka halaman 51 kita bahas tugas yang kemarin.”
            Tong tong tong Lonceng bel berbunyi nyaring. Waktu istirahat tlah tiba, Keisan membuka tasnya ketika teman-teman pergi ke Kantin. Ia mengambil bingkisan yang dibungkus dengan plastik warna pink dengan gambar hello kitty. Nessa biasa sedang membaca buku dengan duduk manis.
“Nessa.. Nessa ini buat kamu. Semoga kamu senang dengan apa yang telah aku berikan ini.” Sebenarnya Keisan tidak berani memberikan ini langsung, tapi ia coba untuk memberanikan diri.
“Keii... itu apa?? Dan untuk apa??” Nessa merasa kebingungan.
“Ini kado buat kamu Nessa. Selamat Ulang Tahun ya.. Nessa, Semoga kamu sehat selalu dan tetap menjadi Nessa yang baik hati.”
“Terima Kasih Keii. Ternyata kamu ingat ulang tahunku. Keii ehmm.. soal tadi malam, Maaf aku memutuskan hubungan kita,, tapi bukan berarti,, kita tidak saling mengenal kan Keii??” Nessa menerima bingkisan dari Keisan dengan senang hati.
“Iya Nessa. Aku juga minta maaf,, selama ini mungkin aku telah mengganggu konsentrasi belajarmu di sekolah. Aku tau kamu punya impian dan aku pun punya impian. Aku yakin Kamu Bisa menggapai semua yang kamu inginkan Ness..” Keisan rupanya berpura-pura senang dengan keputusan Nessa tadi malam, yang memutuskan hubungan mereka berdua yang telah mereka jalin selama 2 tahun lamanya di SMA.
“Kei.. Terima Kasih. Tetap Semangatt Keii.” Raut wajah Nessa berubah jadi tak berdaya ia merasa bersalah dan merasa telah menyakiti perasaan Keisan.
“Iya.. Ness Pasti.” Sebenarnya Keisan pun merasa sedih dengan keputusan Nessa, tapi ia mencoba untuk tetap tegar dan tersenyum.
***
            Hari berganti hari, Bulan berganti bulan Kini tiba saat yang dinanti penantian kelulusan untuk tingkat SMA. Betapa senangnya hati Nessa dan teman-temannya. Mereka lulus semua dengan hasil yang memuaskan.
“Perjuangan kita selama ini terbayar sudah teman-teman.” Raut wajah sumringah Susi terpancarkan.
“Sus.. belum.. impian kita belum tercapai. Masih panjang. Ini adalah satu titik awal perjuangan kita tuk meraih masa depan yang menjamin dan Cerah tentunya.” Karina menggenggam tangan Susi.
“Iya Karina benar Sus.” Nessa merangkul mereka berdua dengan senyum gembira.
***
“Alhamdulillah Mah. Sekarang Nessa Bisa masuk Perguruan Tinggi yang Nessa inginkan dengan jurusan yang Nessa sukai.” Nessa menatap Mamah dengan senyum bak mutiara bersinar cerah .
“Nessa.. ingat kata Mamah.. Kamu disini buat belajar tuk mengejar cita-citamu...”
***
            Setiap malam di kos-kossan Nessa selalu merenung dan membaca buku yang diberikan oleh Keisan. Dia melihat foto mereka berdua yang telah di edit oleh Keisan. Tidak banyak yang tau jikalau saat SMA dulu mereka pernah menjalin hubungan. Mereka sering menghabiskan waktu bersama tetapi hanya melalui media sosial saja. Mereka sering bertukar kabar. Mereka saling memberi semangat satu sama lain.
“Ness.. kamu kenapa? Setiap malam selalu membaca buku itu? Isinya apa sih?”
“Karina... aku yang salah dulu..” Mata Nessa mulai berbinar binar menetes air mata.
“Maksudnya gimana Ness? Cerita dong sama aku.” Memegang pundak Nessa dengan rasa ingin taunya.
“Karina.. kamu ingat Keisan?? Dia orang yang baik,, tapi aku yang memutuskan hubungan dengannya. Aku yang mengawali dan aku yang mengakhirinya. Dia berjanji akan menungguku 10 tahun lagi sampai dia mencapai impiannya menjadi seorang Dokter. Dia memberi aku semangat ketika aku terpuruk dalam kerikil-kerikil tajam. Dia yang memberi buku ini. Dulu aku mengatakan jika aku itu ingin sekali menjadi Entrerpreneurs di bidang kuliner, aku ingin sekali menjadi pemilik Restoran Cup Cake dengan aneka kue, Roti, Donut..”
“Nessa.. tapi sekarang kamu tau Keisan dimana?”
“Aku sama sekali tidak tau,, sejak kelulusan itu aku tidak pernah kontak lagi. Aku merasa bersalah..”
“Jangan bersedih Ness.. Dia sudah berjanji.. sekarang kamu harus berjuang tuk meraih impianmu menjadi seorang Dosen Biologi... Semangatt NESSA”
***
            Setiap satu balan sekali pulang dari kampus, Nessa selalu pergi ke Supermarket untuk membeli bahan-bahan untuk membuat aneka kue dan tentunya cup cake. Buku panduan yang diberi oleh Keisan selalu dibawa Nessa, dimana dalam buku  tersebut banyak cara untuk menjadi Entrepreneurs sejati di bidang kuliner.
“Ehm... Karina,, Coklat sama Strowberry, terus Tepung terigunya jangan lupa ya, itu di rak sebelah barat. Aku mau ambil telur sama margarin.” Ungkap Nessa dengan halus.
“Iyah... Ness.. oh iya krim butter rasa kacang perlu tidak??” tanya Karina.
“Boleh.”
***
            Dreams, serasa kini telah Nessa miliki, karena bulan depan ia akan menjadi sarjana. Skripsi yang telah ia buat dengan keringatnya sendiri itu telah berhasil dan diterima Dosen. Berbunga-bunga sangat hati Nessa. Dilain sisi mamah telah menyewakan sebuah ruko yang cukup luas untuk menjual Cup Cake buatan Nessa.
            Raja Siang mulai menyapa setelah 2 minggu penobatan sarjana. Mamah dengan senyum bahagia memanggil nama Nessa.
“Nessa Ness.. ini,, Selamat Kamu sekarang sudah diterima bekerja menjadi Asisten Dosen di Universitas yang kamu inginkan. Selamat Sayang.” Mamah Memeluk Nessa erat.
“Mah.. Mamah terima kasih ini semua berkat mamah.” Nessa Memeluk mamah dengan gembira.
***
            Usaha yang dijalankan Nessa kini kian maju saja, sampai sampai peminat Cup Cakenya sampai ke Mancanegara. Malaysia dan Singapura sering meminta Nessa untuk mengirimkan Cup Cakenya. Sekarang Nessa memiliki banyak mitra. Betapa bahagianya ia sekarang bukan sebagai Asisten Dosen lagi melainkan seorang Dosen Biologi.
            Banyak orang beranggapan bahwa Nessa telah menjadi orang yang berhasil. Tapi tidak.. Hati Nessa masih merasa ada yang kurang. 10 tahun sudah lamanya ia tidak penah bertatap muka dengan Keisan.. Wajahnya pun ia hanya bisa melihat di foto. Rasa bersalahnya itu, yang membuatnya tak bisa memaafkan dirinya sendiri. Keisan adalah orang yang baik hati, ia tak pernah marah dan tidak pernah berbuat tindakan yang aneh-aneh. Nessa melamun sambil menyetir mobil putihnya yang terlihat masih gress. Dalam benaknya ia terngiang-ngiang janji akan setelah 10 tahun lagi itu.. Tiba-tiba ia melihat keramaian orang di pinggir pohon besar, Rasa ingin tahunya membuat ia turun dari mobil, ia langsung melihat itu. Ternyata ada korban tabrak lari, lalu ia langsung meminta orang-orang untuk membawanya kedalam mobil, Nessa bergegas menuju Rumah Sakit terdekat.
***
“Bagaimana sus, kondisi korban tabrak lari itu?” Tanya Nessa dengan raut wajah sedih.
“Syukurlah,, Nona segera membawanya kesini, Luka di kepalanya itu tidak parah hanya saja tulang tangan sebelah kirinya patah. Untuk mengecek kondisi korban lebih jauh, Nona bisa tanyakan kepada Dokter, beliau ada di Ruang B. Nona bisa tanyakan mengenai resep obat dan lainnya.”
“Iya Sus, tapi saya bukan keluarga korban. Saya hanya menolong saja,, Tapi... baiklah sus, untuk sementara saya akan menanggung semua dari biaya obat, rawat inap, dan lainnya. Terima Kasih Sus.”
“Iya, sama-sama Nona.”
            Tok tok tok.. Nessa mengetuk pintu dengan halus.
“Maaf Dok,, mengganggu, saya ingin meminta resep.” Seru Nessa.
“Oh.. iya Silahkan Masuk. Pintu tidak dikunci.” Jawab Dokter dengan suara Nyaring.
            Betapa terkejutnya Nessa melihat sesosok lelaki yang memakai baju putih dengan stetoskop di lehernya, Melihat wajahnya serasa jiwanya terguncang, ia merasa ini adalah sesuatu yang mustahil, Raganya tak dapat bergerak, Ingin rasanya Nessa menepuk pipinya sendiri agar dapat percaya bahwa ini adalah sebuah realita, ia tak menyangka jika itu adalah Keisan Cinta pertamanya yang dulu ia putuskan karena ingin lebih fokus pada impiannya. Rasa bersalah pada diri Nessa membuat dirinya kaku berada di depan Keisan. Keisan pun tergagap-gagap dalam mengucapkan kata demi kata.
“Silahkan duduk.. Ada apa.. Nes..Nessa?? Bagaimana Kabarmu?? Siapa yang sakit?? Sekarang engkau terlihat cantik sekali sama seperti yang dulu. Tak ada yang berubah satupun dari caramu biacara, bersikap dan... menatap.” Seru Keisan dengan rasa tak percaya.
“Aku...... Oh korban tabrak lari itu,, Bagaimana keadaannya?? Aku tidak sengaja melihat kerumunan orang, ternyata ada korban kecelakaan, lalu aku membawanya kesini. Apakah patah tulang pada tangannya bisa disembuhkan?? Ehmm untuk obatnya.. saya mau minta resepnya Keii...,, maksud saya Dok.” Nessa pun terpatah-patah ketika menjawab pertanyaan Keisan.
“Kau belum jawab pertanyaanku. Bagaimana Kabarmu Ness??? Baik-baik saja kan??”
“Baik.. Baikkk Akuu Baikk sekali Kei..” Tertunduk sedih.
“Aku minta maaf Nessa... aku tak memberi kabar... kepadamu. Semenjak engkau memutuskan hubungan kita,, aku....”
“Aku yang seharusnya meminta maaf Keii..” Nessa memutus perkataan Keisan.
“Aku senang bisa berjumpa denganmu lagi Ness.. dan Aku sekarang sudah menjadi seorang Dokter. Aku ingat sekali akan pesanmu *Tetap Semangat* dalam meraih mimpi. Aku juga sekarang telah memiliki 5 Showroom mobil, dan sebuah Rumah makan. Nessa... Apa sekarang kamu.. Sudah menikah??” Tanya Keisan dengan rasa ingin taunya.
“Syukurlah,, Keii.. Semua mimpimu telah terwujud. Aku sangat senang mendengarnya. Akuu.. sekarang sudah menjadi Dosen Biologi, aku punya usaha Cup Cake aku menjual aneka kue, berkat buku yang engkau berikan aku bisa menjadi pengusaha di bidang kuliner sejati. Ehmm.... sampai saat ini aku masih sendiri.. meski umur berkata sudah saatnya untuk berumah tangga.. Tapii aku hanya ingin menagih janji 10 tahun itu.. J J Berharap laki-laki itu menepati janjinya itu..” Mata Nessa berbinar-binar dengan senyumnya yang menawan.
“Nessa....?? Maaf Nessa....”
“Maaf untuk apa? Aku yang seharusnya meminta maaf... Keii aku tau kamu sekarang sudah menjadi seorang yang mapan.. pasti banyak perempuan yang mengejarmu dan ingin menjadi pendangpingmu. Aku tau kamu pasti sudah punya pasangan. Jadi...” Nessa berpura-pura tidak menampakkan kesedihannya ia hanya tersenyum dengan mencoba menahan tangisnya.
“Nessa... maaf Ness... Kamu salah.. Aku pun menunggu Perempuan Cantik kedua setelah Ibuku untuk kujadikan permaisuriku tuk selamanya,, yang telah memberi semangat untukku, memberi pengajaran akan arti pantang menyerah dan tidak putus asa dalam menggapai impian. Aku percaya dan aku akan menepati janji 10 tahun itu..,, Dan.. Resep untuk korban tabrak lari itu ini... Tenang.. patah tulang ditangannya akan segera sembuh dan kondisinya akan cepat membaik tidak seperti patah hatiku ketika engkau Nessa,, memutuskan hubungan kita..” Keisan mencoba menggoda Nessa.
“Keii... Kamu.. membuatku menangis sekaligus tertawa... Aku pun merasa menyesal Keii,, dengan keputusanku yang dulu.. Keii.. Aku bahagia sekali mendengarnya.. ternyata perasaan di hatimu masih ada untukku. Heyy mana resepnya sini.. J Syukurlah jika korban bisa cepat sembuh.. hatimu juga akan segera sembuh Keii..” Nessa merasa bahagia.
***
            Bunga bunga Cinta Bermekaran ketika Nessa dan Keisan melangsungkan pernikahan. Akhirnya setelah penantian 10 tahun itu kini Nessa dan Keisan hidup bahagia. Meraka berdua kini telah merasakan kebersamaan kembali. Love and Dreams kini telah Nessa dapatkan bersama Keisan. Betapa berbunga bunga hati Nessa, Ia dapat berdampingan dengan seorang laki-laki yang baik hati dan bertanggung jawab.
***END***






Diriku Masalahku



Diriku Masalahku
Oleh : Dwi Agnes Setianingrum
Karal-karal tajam menghantam
Menangislah biota yang hidup didalamnya
Bak menjadikan terombang-ambing alirannya
Meresapi apa yang tlah terjadi ini
            Hidup memang takut di rasa
            Senyum palsu seakan jadi makna
            Masalah ada pasti ada sebabnya
            Yang salah siapa dan mengapa dilakukannya?
Egoku masalahnya
Terpampang jelas diri ini keras kepala
Sayangnya mereka masih memiliki iba
Alhasil redanya jadi ada
            Maaflah diriku yang selalu membuat onar
            Aku salah dan aku nakal
            Manusia apakah diriku ini?
            Seakan ganasnya aku monsterpun kalah padaku

Orang-orang tersayangku merekapun tau
Tau aku yang tak baik hatinya
Merusak segala kebaikan orang
Membunuh semua senyum semangat makhluk
            Bunuh saja diriku ini
            Mentari yang tersenyum sempurna hanya bisa menatapku
            Mengoceh bak sekumpulan burung-burung
            Tapi mereka yang benar
Hembusan angin syahdu meresap tulang belulang
Jari-jemari seakan mengepal ingin memukul seorang
Hati sekeras batu memang
Ingatlah ini sebab engkau diri menjadi nakal
            Bermain ego kita bermain nafsu
            Lupa pada hal yang indah lalu
            Menyayangi diri seakan seorang putri malu
            Mengusap dahiku  meskipun aku menggerutu
Ajari hal yang benar dan manfaat bagi semua makhluk
Jangan bermain kasar dan main hantam
Tangan halusmu akan menjadi kasar
Kalbuku ada dalam jiwamu namun tlah terbakar
            Serasa daun daun jatuh sebelum mereka kering
            Masa muda kini tlah hilang baiknya
            Mengingat kecilpun sama
            Aku memang yang membuat masalahnya
Aku cinta dan sayang pada mereka
Tak peka mereka sangat tak peka
Apa perlu diingatkan akannya?
Sungguh hati ini tlah binasa pada mereka
            Kembali susah kembali
            Senantiasa diingat-ingat pada akal ini
            Aku salah mereka lebih salah
            Menurut jiwa ini berkata seperti ini
Jangan ulangi kasih hati untuk mereka
Engkaupun yang memulainya
Tapi memang benar mereka pembuat masalahnya
Perbaikilah sama-sama jangan memakai keras kepala
            Hari ini kuperbaiki karena aku pembuat onar
            Namun mereka yang mengawali
            Kembalilah masa damai dan tentram
            Hati jiwa dan rasa kembali aman
Supaya yang tersayang tidak terbuang
Mari sama-sama mengenang
Masa indah yang telah hilang
Mungkin ini bisa mengembalikan
            Pada hal yang lebih baik
            Sehingga senyum tetap hidup dibalik
            Dibalik sedih yang terbaik
            Menjadikan kita orang yang baik